TERIMA HIBAH MATCHING FUND 2022, UNITRI GAGAS PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI HUTAN UNTUK KONSERVASI DAN RESTORASI EKOSISTEM

MALANG – Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang berhasil menjadi penerima hibah Matching Fund 2022 dengan judul “Program Pemberdayaan Petani Hutan untuk Konservasi dan Restorasi Ekosistem”, tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Widowati, MP. Program tersebut melibatkan dosen dari 5 Program Studi Di Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi, diantaranya Dr. Ana Arifatus Sa’diyah, SP., MP., Dr. Asnah, SP., MP, Dr. Ir. Amir Hamzah, MP, Dr. Ir. Agnes Quartina Pudjiastuti, MS., I Made Indra, SP., MP, Rizki Alfian, S.Sarl., M.Si, Lorine Tantalu, S.Pi., M.Sc., M.P, Farida Kusuma Astuti, S.Pt., M.P, Ninin Khoirunnisa’, SP., MP, Debora Budiyono, SP., M.Si., Wahyu Fikrinda, SP., MP, Umi Rofiatin, SP., MP, dan Mohamad Nurul, S.Pt., M.Si., M.Pt. Program ini juga melibatkan 40 mahasiwa dari 5 Program Studi untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) sebagai bentuk implementasi MBKM. Program  tersebut bermaksud menggagas kegiatan Restorasi dan Konservasi yang memberi ruang untuk menciptakan peluang ekonomi baru, yang dapat memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di desa tanpa merusak hutan, dan memberi ruang pada masyarakat sekitar kawasan sasaran untuk memperoleh manfaat ekonomi secara terintegrasi dan berkelanjutan.  Inovasi reka cipta yang ditawarkan UNITRI meliputi rekayasa sosial dan rekayasa teknologi yang mendukung program pemerintah tentang implementasi ekonomi hijau (Green Economy) yang mengintegrasikan ekonomi dan lingkungan melalui konservasi sumberdaya alam. Melalui konsep ini akan terlaksana kegiatan – kegiatan yang dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat, dengan memanfaatkan sumberdaya alam secara berkelanjutan dan tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Program yang akan dilaksanakan diantaranya Program Restorasi dan Konservasi (Scalling up model percontohan budidaya dan Sistem pertanian terpadu) dengan output terciptanya kawasan system pertanian terpadu (Sistem Pertanian Terpadu),  yang dapat merestorasi dan konservasi sumberdaya hutan serta membuat masyarakat yang lebih berdaya/produktif yang dapat menjadikan produk lokal memiliki nilai jual dan keunggulan di sekitar Kawasan hutan.

Kedua, Program pemberdayaan masyarakat dengan program penguatan usaha pengolahan produk pertanian sebagai wirausaha dan penguatan usaha produksi pewarna alami dan usaha kriya tekstil pewarna alami sebagai wirausaha baru (eco printing, tie-dye pewarna alami, benang pewarna alami, produk turunan kriya tekstil berpewarna alami) sebagai wirausaha baru.

Ketiga, program berkelanjutan yang terdiri dari Pengembangan ragam usaha baru, Pameran Produk, dan Penutupan Program dengan luaran terkelolanya sistem budidaya Indigofera tinctoria, terkelolanya usaha rintisan pengolahan produk pertanian, terkelolanya usaha pengolahan Indigofera tinctoria menjadi  pasta pewarna alami, serta terkelolanya rintisan usaha eco-printing, tie-dye dan screen printing berpewarna alami.

Program diatas direncanakan akan dimulai di bulan Agustus hingga Nopember 2022.

Sejak tahun 2014, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) telah bermitra dengan Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Pada tahun 2016, telah dilaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan pendanaan Dikti dengan judul program “PKM Perbaikan Lahan Kritis Milik Petani Sekitar Wilayah Magersari Melalui Aplikasi Biochar”. Program ini melibatkan 5 dosen dari Unitri sebagai tenaga ahli dan 5 mahasiswa yang membantu. Program diikuti sebanyak 30 petani yang tergabung pada kelompok “Sangga Buana”. Selain itu, dalam kurun waktu 2014-sekarang dosen Unitri telah banyak terlibat dalam kegiatan  Desa Jetak (pendampingan dan pelatihan pembuatan batik; pelatihan pembuatan biochar, pupuk organik, dan pupuk organik cair; aksi penanaman pohon kopi dan pohon tegakan; agribisnis kopi sebagai aksi restorasi ekosistem, yang dilaksanakan oleh 2 dosen pendamping dan 12 mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan KKNT selama 3 bulan 10 hari yang merupakan implementasi program MBKM). Beliau berharap, kerjasama dengan kemitraan akan semakin kuat seiring dengan adanya kegiatan MBKM dan pengabdian Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kita punya kemitraan yang semakin kuat, artinya kemitraan ini dapat saling menguntungkan yang dapat menjadi tempat mahasiswa melakukan kegiatan MBKM, tempat dosen melakukan penelitian dan mengabdikan diri sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping itu juga desa dapat mendapatkan manfaat dari kita seperti wirausaha, khususnya di bidang pakan ternak, batik, pewarna hingga wirausaha lain. Otomatis sasaran program dan perekonomian masyarakat akan meningkat dari program ini.” Selain itu juga dapat mencapai beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) dari kualitas lulusan, dosen, kurikulum dan pembelajaran. Tutupnya.

Dengan adanya hibah Matching Fund ini, diharapkan akan ada aliran teknologi dari hulu (PT) ke hilir (Mitra Desa). Selain itu melalui program ini diharapkan akan mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih erat dan terakselerasi antara kampus dan mitra dalam kegiatan kampus merdeka yang diselenggarakan di luar perguruan tinggi, di antaranya proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusiaan yang didukung oleh kemitraan yang erat antara PT dan mitra. (HUMAS)

Leave a Reply

Arsip Berita