Dalam acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMMA PGSD) , seluruh peserta kegiatan menggunakan seragam pramuka sebagai seragam wajib. Hal ini sengaja dilakukan untuk mengenalkan dan membentuk karakter mahasiswa PGSD sejak bangku kuliah.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr M Rifa’i, SE., MM menyampaikan, penggunaan seragam pramuka adalah aturan wajib bagi seluruh mahasiswa PGSD tidak hanya untuk mahasiswa baru. Sebagai seorang calon guru, mahasiswa perlu mengerti bahwa output lulusan tidak menjadi guru pelajaran melainkan guru kelas yang harus memiliki banyak keahlian seperti seorang pramuka.

“Di sekolah, kita adalah guru kelas yang harus bisa dalam segala hal. Tidak seperti guru pelajaran yang hanya bisa satu atau dua pelajaran, tapi seluruh kebutuhan siswa di kelas.” Ujarnya dalam sambutan di Gedung Olah raga Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Gor UNITRI) kemarin.

Selain itu untuk mengenal dan mempelajari Pramuka, kompetensi yang ditampilkan untuk Program Studi PGSD adalah pendidikan karakter. Mahasiswa diharapkan dapat menambah wawasan pendidikan karakter budaya lokal, dalam diklat yang bertemakan Mewujudkan Mahasiswa PGSD yang Multikultural dan Berkarakter.

“Semoga dengan ikut diklat ini, mahasiswa dapat dibekali wawasan baik pengetahuan, keterampilan, dan maupun sikap.”

Seperti yang telah diketahui, diklat Program Studi PGSD yang dihadiri oleh Kaprodi PGSD, Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan, Jajaran BEM dan HMJ serta undangan lainnya tersebut, akan berlangsung dua hari yakni pada Sabtu dan Minggu (6-7/10). Sebanyak 46 mahasiswa baru yang ikut akan mendapat pendidikan di dalam ruangan dan outbound di Bedengan. Setelah kegiatan diklat, mahasiswa akan mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa. Setiap hari jumat, mahasiswa PGSD diwajibkan menggunakan seragam pramuka dan mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka, yang mengundang pelatih dari luar UNITRI. (HUMAS)

Leave a reply