2 MAHASISWA UNITRI IKUTI PROGRAM PEJUANG MUDA GELOMBANG I TAHUN 2021 KEMENSOS RI

MALANG – Dua mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang atas nama Khoirur Roziqin (Program studi Ilmu Komunikasi) dan Niken Wulandari (Program studi Teknologi Industri Pertanian) berhasil lolos seleksi peserta Pejuang Muda Gelombang I tahun 2021 Kemensos RI. Hal ini menjadi kabar mengejutkan sekaligus membanggakan bagi Program Studi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Fathul Qorib, S.I.Kom., M.I.Kom menyambut bangga mahasiswa yang lolos program Pejuang Muda ini.

“Saya bangga dengan mahasiswa yang lolos Pejuang Muda, ini juga kebanggaan bagi program studi. Semoga yang bersangkutan bisa memberi manfaat kepada masyarakat yang tercover dalam program tersebut. Ke depan, kami juga akan menyiapkan lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti program MBKM tersebut.” Ungkapnya kepada Humas.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Unitri, Lorine Tantalu, Spi., MP., MSc juga mendukung seluruh kegiatan mahasiswa dalam program Pejuang Muda. Sebagai bagian dari Program Kampus Merdeka dari Kemendikbud-Ristek Dikti, program Pejuang Muda ini setara dengan 20 SKS (1 semester perkuliahan). Bobot akademis dan waktu yang panjang tersebut perlu dimanfaatkan sebagai ruang belajar & ekspresi mahasiswa untuk membuat perubahan sosial. Karenanya, dari program studi akan berupaya menyiapkan Langkah untuk mengkonversikan SKS dari kegiatan yang Pejuang Muda dengan Mata kuliah yang ada di program studi.

“jadi dari Program studi kita akan melihat KRSnya, capaian mata kuliahnya, disesuaikan dengan kegiatan pejuang muda. Kegiatan yang dikonversikan ini nanti akan di recognisi. Kalau di program studi TIP, akan dikonversikan dengan program kemanusiaan, apa yang dihasilkan selama program dan bagaimana laporannya.”

Lorine Tantalu, Spi., MP., MSc juga berharap, setelah Kembali, mahasiswa dapat memberikan testimoni atas kegiatan tersebut sehingga bisa mengajak teman-temannya yang lain. Hal ini mengingat, melalui program setara 20-22 SKS ini, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masyarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah. Kegiatan yang dilaksanakan selama satu semester ini, mengharuskan mahasiswa bersangkutan untuk terjun dilapangan dan melakukan aktifitas sesuai program.

“Kami dari prodi juga mengucapkan Terima Kasih kepada penyelenggara Pejuang Muda yang mempercayakan kegiatan ini. Semoga mahasiswa kami bisa amanah di sana. Selalu jaga kesehatan, jaga diri baik-baik disana, ilmu yang bermanfaat di bawa kesini dan di share ke teman-temannya.”

Salah satu peserta yang lolos Pejuang Muda dari Program studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) UNITRI, Niken Wulandari menceritakan pengalamannya mengikuti pembekalan dari panitia sejak tanggal 13-25 Oktober lalu. Selanjutnya, mahasiswa perlu memverifikasi data penerima bantuan sosial dan langsung terjun ke rumah warga penerima bantuan dan melakukan pengambilan data melalui wawancara.

“Jadi kita itu kita terjun langsung ke rumah-rumah warga penerima bantuan lalu mewawancarai misal seperti pekerjaannya apa keadaan rumahnya bagaimana, dan lain sebagainya sehingga kita bisa input data yg telah kita peroleh ke aplikasi yg sudah disediakan oleh panitia. Kami langsung diarahkan ke Dinas Sosial, dipandu dan didampingi oleh korlab disini.”

Lebih lanjut, niken juga mulai melakukan pemetaan masalah sosial dimana ia dan tim membuat proposal untuk diajukan kepada panitia. Sebanyak 75 proposal akan di acc oleh panitia dan didanai sebesar 50 Juta rupiah yang digunakan untuk merealisasikan program yang telah di susun sesuai proposal tersebut. Peserta lain dari program pejuang muda juga telah mengerjakan tugas dari setiap materi yang disampaikan selama pembekalan dan telah terjun dilapangan. (HUMAS)

Leave a Reply

Arsip Berita