Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) merupakan program dari direktur kemahasiswaan dirjen belmawa kemenristekdikti yang diadakan setiap tahun dan menjaring mahasiswa berprestasi di tingkat nasional. Seluruh perguruan tinggi akan mengirimkan perwakilannya untuk dapat mengikuti ajang bergengsi tersebut, tak terkecuali Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI). Tahun ini proses pemilihan mahasiswa berprestasi dilakukan dengan melakukan proses seleksi tingkat perguruan tinggi pada Februari-Maret 2018.

Ketua tim penyeleksi, Agung Suprojo, Dr., S.Kom., MAP menjelaskan proses seleksi yang dilakukan. Menurutnya, tahun ini Beliau di bantu tim penyeleksi yang lain yakni Atina Rahmawati, STP., MP, dan Ahmad Yusuf Kholil, S.P., M.Agr, telah melakukan penjaringan mahasiswa berprestasi tingkat fakultas. Penjaringan yang dilakukan sampai pada 22 Maret 2018 tersebut menghasilkan 20 calon mahasiswa dari seluruh program studi. “Indikator yang dinilai diantaranya prestasi akademik dengan IPK diatas 3, punya pengalaman menulis karya tulis ilmiah, berkemampuan Bahasa Inggris, dan didukung oleh prestasi bidang lainnya.”

Proses berikutnya adalah seleksi administrasi dan terpilihlah 10 kandidat dan akhirnya pada seleksi terakhir, terpilih 1 mahasiswa berprestasi yang menjadi kandidat pemilihan mahasiswa berprestasi yakni Rianny Sanny dengan judul karya ilmiah yakni Implementasi Sustainable Development Goals (SDG) Melalui Penerapan WTP Air Rawa Berbasis Android untuk Sumber Air Minum Di Kabupaten Kayong Utara.

Rianny Sanny merupakan mahasiswa program studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) semester 6. Ia merupakan mahasiswa berprestasi dengan IPK 3,93 dan didukung banyak piagam penghargaan yang diraihnya. Saat ditemui tim Humas, ia menjelaskan alasan mengapa memilih tema air bersih dan sanitasi untuk maju sebagai kandidat Mahasiswa Berprestasi. “Karena saya tinggal di Kayong Utara, saya terbiasa mengalami masalah air bersih dan sanitasi. Di sana kami punya banyak sumber air rawa. Tapi kami sering kekurangan air bersih. Kebutuhan air minum masih pakai air hujan. Saya ingin membuat karya yang bisa saya aplikasikan di kabupaten Kayong Utara khususnya wilayah Simpang Hilir.”

Menjadi calon kandidat dalam ajang sebesar Pilmapres membuat mahasiswa yang aktif dalam berbagai kepanitiaan tersebut terkejut. Sampai saat ini Ia tidak menyangka dapat terpilih menjadi calon kandidat. “Ini masih tahap awal seleksi. Saya senang di berikan kesempatan untuk dapat menambah pengalaman saya khususnya di bidang akademik. Jika saya lolos di seleksi berikutnya, saya akan lebih berusaha lagi untuk lebih baik, sehingga dapat mengharumkan nama Universitas.”
Selanjutnya, Putaran Pilmapres masih akan memanas pada bulan April hingga September 2018. Pihak UNITRI sampai saat ini masih terus menunggu keputusan hasil seleksi berikutnya Pilmapres dari Kemenristekdikti. Agung Suprojo, Dr., Skom., MAP menegaskan, ke depan bila calon kandidat UNITRI lolos di tingkat wilayah kopertis VII, pembinaan akan dilakukan oleh tim dan Prodi yang membimbing peserta. “Harapan kami semoga lolos di tingkat provinsi dan bisa lanjut di seleksi selanjutnya.”ungkap beliau kepada humas ketika ditemui saat diruangan kemahasiswaan. (Humas)

Leave a reply