USUNG TEMA PULIHKAN BUMI, PRODI AL UNITRI GELAR KULIAH UMUM DAN DISKUSI PUBLIK

MALANG – Program studi Arsitektur Lanskap (AL) Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar kuliah umum dan diskusi publik ‘Membangun Lanskap Hijau dan Berkelanjutan Pulihkan Bumi Kita kembali’ di Gedung Olah Raga (GOR) UNITRI, Sabtu (14/5). Menghadirkan Medha Baskara, SP., MT., IALI (Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) Jawa Timur) dan Sri Puji Astuti (Kabid Penataan dan peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang), kegiatan diharapkan memberikan wawasan keilmuan dan kompetensi di bidang AL yang mana bisa mengelola Sumber Daya Lanskap yang ada di daerah masing-masing.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Program Studi AL UNITRI, Rizki Alfian, S.Sarl. M.Si saat memberikan sambutan.

“Prodi AL UNITRI memiliki visi sebagai penyelenggara pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang unggul dan berkualitas berbasis lanskap kebudayaan dan Sumber Daya Alam. Melihat dari banyak mahasiswa kami yang mayoritas berasal dari Indonesia bagian timur yang mana kaya dengan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Kebudayaannya, maka kuliah ini kami harap bisa menambah wawasan mahasiswa kami, menambah keilmuan dan kompetensi di bidang arsitektur lanskap yang mana bisa mengelola sumber daya lanskap yang ada di daerah masing-masing.”

Seperti diketahui, topik kuliah umum dan diskusi publik ‘Membangun Lanskap Hijau dan Berkelanjutan Pulihkan Bumi Kita kembali’ cukup menarik mengingat fakta yang terjadi di lapangan saat ini cukup menyimpulkan bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Salah satu fakta bumi saat ini sedang sakit ialah banyaknya bencana banjir dan tanah longsor serta keterbatasan air saat musim kemarau. Dekan Fakultas Pertanian UNITRI, Dr Ir Amir Hamzah, MP menambahkan, dengan adanya prediksi pada tahun 2030-2050 tentang puncak pemanasan global, bencana tersebut berdampak pada gejala ketersediaan pangan kita dan tentu hal tersebut memengaruhi kehidupan kita.

“Dengan banyaknya bencana tersebut, maka seluruh kehidupan kita mengalami suatu kondisi yang tidak nyaman terutama berdampak pada ketersediaan pangan kita. Sebagai lanskaper, tugas kita di dalamnya adalah menyelamatkan bumi.”

Cara menyelamatkan bumi tersebut, lanjutnya, ialah dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Melalui kegiatan ini, Dr Ir Amir Hamzah, MP mengapresiasi prodi dan mahasiswa yang menyelenggarakan acara ini. Beliau berharap, tidak hanya mengikuti kuliah tamu, mahasiswa dapat mengaplikasikan materi hari ini dan mau membantu menyelamatkan bumi bersama.

“Oleh karena itu, saya berharap setelah ada diskusi bersama dengan narasumber hari ini yang kepakarannya sudah tidak kita ragukan lagi, sehingga itu akan menjadi salah satu acuan bagaimana kita sama-sama menyelamatkan bumi. Karena, persoalan lingkungan tidak serta merta kita serahkan pada dinas lingkungan hidup saja, tetapi bicara lingkungan adalah tanggung jawab kita semua baik pemerintah, lembaga hingga masyarakat. Mari kita sama-sama menyelamatkan bumi kita ini. Salah satu saja yang paling mudah kita lakukan adalah kita menanam pohon sebanyak mungkin karena bila kita menanam pohon kita akan mendapat mata air. Tapi kalau kita tebang pohon, kita akan mendapat air mata.” Tegasnya (HUMAS)

Leave a Reply

Arsip Berita