UNITRI GELAR SOSIALISASI KEGIATAN MBKM PROGRAM BELA NEGARA

MALANG –  Sejak di tetapkan pada awal tahun 2020, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus memacu Perguruan Tinggi untuk mengambil bagian dalam program nasional tersebut. Terdapat 9 kegiatan yang berada dalam program MBKM yakni kegiatan magang di industri, pertukaran mahasiswa, membangun desa, mengajar di sekolah, penelitian di lembaga riset pengembangan kewirausahaan, studi independen/proyek mandiri, proyek kemanusiaan, hingga bela negara.

Program Bela Negara merupakan kegiatan untuk mewujudkan kepribadian dan kesadaran Bela Negara melalui pelatihan dasar kemiliteran sehingga mahasiswa memiliki kesadaran sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban dengan semua potensi dirinya untuk membela bangsa dan Negara. Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, Selasa (26/4) dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Kegiatan Kampus Merdeka Belajar Kampus Merdeka ‘Program Bela Negara Republik Indonesia’.

Seperti diketahui, Program Pendidikan Bela Negara MBKM ini dapat berupa berbagai kegiatan Pendidikan Bela Negara meliputi Pendidikan Kewarganegaraan, atau Pendidikan Kemiliteran salah satunya melalui Program Komponen Cadangan dari Kementerian Pertahanan dan juga kegiatan lain yang serupa dan relevan. Kegiatan pelaksanaan Bela Negara dilakukan di luar waktu perkuliahan yang dapat memanfaatkan waktu libur semester atau semester antara selama 3 bulan dengan besaran jumlah jam kegiatan sesuai ketentuan setiap program. Peserta kegiatan Bela Negara dinyatakan lulus dengan dituntaskannya program tersebut yang dilengkapi dengan Sertifikat Kelulusan Peserta dan peserta berhak mendapatkan pengakuan kredit sesuai dengan jumlah jam kegiatan yang telah ditempuh.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNITRI, Dr Totok Sasongko, M.Sc bangga UNITRI dapat dilibatkan dalam kegiatan ini. Beliau mengingatkan mahasiswa untuk Aktif dalam kegiatan dan memanfaatkan betul pertemuan tersebut agar dapat belajar banyak dari narasumber bersangkutan.

“Sesuai dengan peraturan Kemendikbud tentang Kampus Merdeka, ternyata mahasiswa bisa belajar apa saja dan dimana saja. Salah satunya tentang bela negara. Di UNITRI, kita juga punya mata kuliah Wawasan kebangsaan dan hal ini cocok dengan kegiatan saat ini yakni bela negara. Manfaatkan betul pertemuan ini dan tanyakan apabila kurang jelas sampai konsekuensi apa yang diemban apabila mengikuti bela negara.”

Dihadiri langsung oleh Narasumber Asisten Personalia (ASPERS) DANLANTAMAL V Surabaya, Kolonel Laut (P) Agus Haryanto SE., M.TR. HANLA., M.M., M.Han kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa unitri dari seluruh program studi secara perwakilan.

Dalam penjelasannya,  Kolonel Laut (P) Agus Haryanto SE., M.TR. HANLA., M.M., M.Han memberikan gambaran tentang rencana pembentukan komponen cadangan (Komcad) Matra Laut Hanneg TA.2022 sebagai bagian dari sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta kepada para peserta sosialisasi. Mahasiswa dapat menjadi Komcad dan memperoleh banyak benefit dari kegiatan tersebut, tak terkecuali konversi nilai SKS.

“Komponen Cadangan (Komcad) merupakan sumber daya Nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama (TNI). Calon Komponen Cadangan yang berstatus  mahasiswa selama menjalani Latsarmil tetap memperoleh hak akademisnya dan tidak menyebabkan kehilangan status sebagai peserta didik (Ps. 37 Ayat 2 UU No. 23 Tahun 2019) (Ps. 45 Ayat 2 UU No. 23 Tahun 2019). Benefit lain yang dirasakan juga tertuang dalam Surat Kemristekdikti Nomor: 6246/E2/DM.00.01/2021 Tgl 21 Oktober 2021 Tentang Persetujuan Konversi 13 SKS setara dengan 600 JP, selanjutnya proses konversi SKS diserahkan kepada Prodi di PT masing-masing.”

Kolonel Laut (P) Agus Haryanto SE., M.TR. HANLA., M.M., M.Han berharap, mahasiswa dapat mempelajari, mengetahui dan memahami serta ikut aktif dalam menyukseskan program rekruitmen Komponen Cadangan Matra Laut TA 2022.

Selain itu, mahasiswa juga harus menyadari tujuan program MBKM Bela Negara yakni untuk mewujudkan kepribadian dan kesadaran Bela Negara melalui pelatihan dasar kemiliteran sehingga mahasiswa memiliki kesadaran sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban dengan semua potensi dirinya untuk membela bangsa dan Negara.  (HUMAS)

Leave a Reply

Arsip Berita