Beberapa minggu ini, Badan Eksekutif Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan probinmawa untuk mahasiswa baru. Program Pembinaan Mahasiswa (Probinmawa) diadakan hampir setiap minggu dengan konsep acara yang berbeda – beda. Hal ini menarik perhatian Tim humas Unitri untuk menelisik acara tersebut, mengingat konsep acara yang berbeda dari tahun 2016.

Ditemui oleh Tim humas, Joko Mulyono, Staff 1 Kemendikbud BEM  bercerita banyak hal soal suka duka Probinmawa. “Saya terpaksa tidak bisa wisuda april, karena sibuk disini (probinmawa), ” Kata Joko Mulyono sambil tertawa lirih.

Menurut keterangan Joko, Probinmawa merupakan kegiatan rutinitas selama satu semester. Probinmawa memiliki tujuan untuk membina karakter mahasiswa dalam beberapa unsur, yaitu : relijius, Budi luhur, toleran, dan sesuai dengan kultur budaya kampus kerakyatan, serta menghargai perbedaan yang ada.

“Kampus kita kan memiliki mahasiswa dari berbagai daerah, sehingga toleransi antar suku dan agama harus tetap dijaga,” tandas Joko pada waktu itu, Jumat (5/01/2018).

Tahun 2017, kegiatan probinmawa lebih full package dengan konsep kegiatan yang berbeda-beda tiap minggu. Kegiatan tersebut adalah olahraga, matrikulasi, kesenian, pembinaan kerohanian, sosialisasi bahaya terorisme, dan kompetisi futsal. Probinmawa juga bekerjasama dengan kelurahan Landungsari dalam pelaksanakan bakti lingkungan. Kata Joko,” Probinmawa diadakan dengan konsep indoor dan outdoor, supaya peserta tidak cepat bosan.”

Selain diwajibkan bagi mahasiswa baru, program probinmawa memberi keuntungan bagi mahasiswa. Mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, akan mendapat SKK sebesar 52. Setiap pertemuan dihargai 4 SKK oleh kemahasiswaan. Hal ini adalah penghargaan Badan Kemahasiswaan Unitri pada BEM sebagai penyelenggara Probinmawa melalui Kemendikbud BEM. Tidak hanya itu, peserta akan lolos otomatis dalam program AMT yang digalakkan oleh Kemendikbud BEM.

Probinmawa juga menjadi ajang promosi bagi UKM – UKM kampus. BEM bekerjasama dengan UKM – UKM yang ada di Unitri untuk mendukung acara tersebut. Oleh karena itu, partisipasi UKM – UKM tersebut tentu menjadi promosi yang menarik kepada mahasiswa baru dalam rangkaian acara probinmawa.

Dibanding PSS di tahun sebelumnya, Probinmawa hanya memungut biaya sebesar Rp. 2000,00 tiap peserta. Menurut Joko yang ditunjuk sekretaris pelaksana Probinmawa, kegiatan ini mendapat dukungan yang luar biasa dari pihak kampus.

“Tahun ini, pendanaan kegiatan sangat baik,”Ungkap Joko. Penyelenggaraan Probinmawa merupakan hasil kerjasama antara BEM, Badan Kemahasiswaan, dan UPMB dan menunjuk BEM sebagai pelaksana.

Badan Kemahasiswaan Unitri menanggapi bahwa kegiatan probinmawa di tahun 2017 lebih bagus, rapi, dan lebih komplit dari tahun sebelumnya. “Tahun kemarin (2016) tidak ada kompetisi futsal, tidak ada (pembinaan) kerohanian, dan tidak ada kerjasama dengan semua UKM,” Tandas Joko mengakhiri pembicaraan kami. (Tim Humas)

Leave a reply