PERDANA DI INDONESIA, UNITRI MALANG RESMIKAN AGROEDUTECHNOPARK

MALANG – Bertepatan dengan hari Konservasi tanah dan air pada Selasa (2/2) lalu, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang secara perdana meresmikan Agroedutechnopark di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Berawal dari percakapan dan diskusi Bersama Jasa Tirta dan BPDAS HL Brantas Sampean, ide percobaan ini dikembangkan menjadi sekolah lapang konservasi dan cikal bakal pendirian Agroedutechnopark UNITRI.

Hal ini disampaikan oleh Erwin Ismu Wisnubroto, S.P, M.Phil selaku ketua pelaksana kegiatan. Menurutnya, UNITRI memiliki ekosistem yang sangat bervariasi dan sangat produktif. Ia berharap kedepan sekolah lapangan ini dapat bermanfaat untuk semuanya baik mahasiswa hingga masyarakat sekitar.

“Untuk mengelola sekolah lahan konservasi ini, selain untuk memberikan pelatihan dan Pendidikan kepada mahasiswa kami juga memberikan praktisi-praktisi di bidang pertanian maupun kehutanan yang berkaitan dengan konservasi tanah dan lahan kepada masyarakat.”

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UNITRI, Prof Dr Ir Eko Handayanto, M.Sc secara resmi meresmikan lahan seluas delapan hectare di daerah Desa Jedong tersebut. Selain itu, juga turut hadir Ketua Dewan Penyantun Yayasan Bina Patria Nusantara (YBPN) Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo, Direktur Utama PJT Jasa Tirta 1 Dr. Ir. Raymond Valiand, ST., MT, Kepala BP DAS HL Brantas Sampean Ir. Kunto, Ketua Masyarakat Konservasi dan Air Indonesia (MKTI) Komisariat Jawa Timur Dr. Ir. Didik Suprayogo, M.Sc, dan Camat Wagir Hendra Tri Cahyono, S.Sos, M.Si. Selain itu juga hadir perwakilan dari Polsek dan Koramil Wagir serta para dekan Unitri.

Peresmian lahan dilakukan secara simbolis dengan dilakukannya penanaman bibit pohon oleh jajaran rector dan wakil rector, PJT 1, Camat, MKTI, Koramil dan Polsek. Bibit pohon yang berupa pohon kenitu, sengon, kepuh, asam dan pohon buah matoa tersebut ditanam di lahan basah untuk menjaga stabilitas struktur tanah yang ditanami.

Rektor Unitri, Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, M.Sc. mengatakan lahan tersebut nantinya akan dimanfaatkan Unitri sebagai Sekolah Lapangan Konservasi Tanah Agroteknopark (Agroedutechnopark). Dengan tanah seluas delapan hektare tentu sangat menunjang untuk dihadirkan fasilitas pendidikan bagi mahasiswa berupa sekolah lapangan konservasi tanah dan air.

“Ini bagian dari hasil kerja keras kami yang diinisiasi oleh Prof Wani (Ketua Yayasan Ketua Yayasan Bina Patria Nusantara),” katanya.

Direktur Utama PJT Jasa Tirta 1 Dr. Ir. Raymond Valiand, ST., MT menyampaikan apresiasinya terhadap terobosan yang dilakukan oleh UNITRI. Ia mengakui, Sekolah Lapangan Konservasi Tanah yang dibuka UNITRI menjadi peluang besar bagi Jasa Tirta, demikian juga bagi masyarakat luas.

“Kami sangat mendukung program ini. Karena kami juga sangat berkepentingan dengan pelestarian lingkungan, salah satunya telah dilakukan oleh UNITRI. Selamat dan sukses kepada UNITRI” imbuhnya.

Nantinya, Tim Jasa Tirta akan membawa tim yang selama ini melakukan konservasi di sungai-sungai besar di Jawa untuk melakukan konservasi di sekolah lapangan Agroteknopark UNITRI. Raymond berharap sekolah lapangan tersebut dapat berkembang dan menjadi salah satu keunggulan UNITRI dan kebanggaan bagi Kecamatan Wagir. (HUMAS)

Leave a Reply

Arsip Berita