Bentuk Lambang segi lima dengan pola daun teratai, bagaikan dalam tersusun atas 17 kelopa daun teratai gambar dalam arca Tribhuwana Tunggadewi dalam lingkaran teks UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI – MALANG Arca Tribhuwana Tunggadewi sebagai penjelmaan Wysnu dengan empat tangan, sebuah bentuk penjelmaan yang dalam mitologi jawa kuno dan mitologi hindu, berarti pemeliharaan. Sepasang tangan membentuk sikap sempurna dan sepasang lagi masing-masing memegang Cakra dan Bunga Teratai. Pada area ini di gambarkan Ratu Tribhuwana Tunggadewi duduk di atas bunga teratai. Makna lambang secara keseluruhan menggambarkan corak dan watak Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

  1. Warna lingkaran kuning emas, sebagai gambaran kepeloporan Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
  2. Warna dasar biru, sebagai lambang ketenangan dan kedamaian yang menjadi cita-cita.
  3. Cakra adalah lambang kebenaran menyatakan yang benar dan sikap meratakan segala sesuatu yang kurang benar.
  4. Bunga teratai adalah lambang keindahan yang muncul dari sebuah keadaan yang kurang menyenangkan.
  5. Bentuk segilima merupakan perwujudan menjunjung tinggi pancasila sebagai dasar negara.
  6. Bentuk 17 kelopak daun teratai sebagai lambang penghargaan pada nilai dan cita-cita kemerdekaan yang di proklamasika pada 17 Agustus 1945.
  7. Figur Ratu Tribhuwana Tunggadewi yang duduk diatas daun teratai dengan sikap sempurna, merupakan lambang dari sebuah perjuangan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dari suatu masa yang sulit, dengan pemikiran yang arif dan bijak, pada keadaan yang tidak menyenangkan.