KKN UNITRI BANTU EKONOMI WARGA DONOWARIH DAN SIAPKAN POJOK LITERASI UNTUK SANTRI

Malang – Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-38 Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) berkolaborasi dengan pengabdian dosen membantu warga Desa Donowarih melalui pembagian sembako dan dukungan pendidikan informal. Di masa pandemi ini aspek pendidikan dan pembelajaran perlu mendapatkan perhatian khusus. Dengan adanya perubahan cara pembelajaran menjadi online atau daring, tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam pembelajaran.

Hal ini disampaikan oleh dosen pembimbing lapangan, Yuswa Istikomayanti, S.Si., S.Pd., M.Pd.

“Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah sangat penting untuk didukung melalui pendampingan keluarga di rumah khususnya orang tua. Melalui kegiatan diskusi dan berbagi pengalaman bersama orang tua, tim pengabdian mendukung proses belajar di rumah oleh orang tua dan juga pendidikan karakter selama di rumah. Pendidikan karakter di rumah juga merupakan solusi penguatan salah satu aspek pengembangan kepribadian anak di masa pandemi ini.”

Selain itu, lanjut Yuswa, kegiatan dukungan pendidikan informal juga dilakukan kepada santri di TPQ Nurul Huda, Bunulrejo, Kota Malang. Meskipun dalam suasana PPKM, niat untuk saling bahu membahu pada aspek pendidikan tidak menyurutkan semangat tim dan guru pengajar di TPQ. Secara simbolis penyerahan bantuan pojok baca disambut baik oleh Guru dan Takmir Masjid Nurul Huda.

“Dari guru dan takmir masjid Nurul Huda menyampaikan bahwa di sela-sela kegiatan mengaji, siswa perlu diarahkan untuk membaca. Dengan membaca, maka anak akan semakin memiliki wawasan yang luas dan dapat mengurangi kebosanan.”

Belajar di rumah bersama orang tua dapat menjadi efektif meskipun sekolah masih memberikan pembelajaran secara daring. Kegiatan pendidikan informal perlu didukung untuk memperkuat karakter dan pengetahuan. Kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan membaca bersama cerita anak dan memberikan nilai-nilai tata krama, sopan santun, dan budi pekerti. Hal ini juga seiring dengan rendahnya budaya membaca masyarakat Indonesia berada pada urutan nomor 2 paling bawah dari 62 negara menurut UNESCO. Hal ini tentu menjadi cambuk kita bersama, bahwa semakin derasnya arus informasi ternyata tidak memberikan manfaat pada pendidikan formal dan informal di masyarakat. Hal ini merata tidak hanya di perkotaan ataupun di pedesaan. Rendahnya minat baca atau mencari data secara valid dan sah sudah tidak banyak dilakukan siswa dikarenakan adanya berbagai permasalahan yang tidak disadari dalam masyarakat. (HUMAS)

Leave a Reply

Arsip Berita